PEMILU TERBUKA ATAU TERTUTUP BUKAN HAL PENTING

Oleh : M Alvian Rizky Pratama

 Narasi pemilu terbuka atau tertutup menjadi perdebatan tersendiri yang selalu hangat di bahas. Namun permasalahan yang terjadi bukan hanya tentang pemilu terbuka atau tertutup tapi kepastian posisi kepartaian yang jelas dan bisa menjelaskan posisi partai berada di garis perjuangan yang seperti apa.

Artinya narasi pengkaderan terhadap ruang partai politik yang paling penting di dalam pembangunan karakter kader untuk menjelaskan posisi mereka sebagai irisan dari konstituen yang seperti apa selain dari pada itu kita perlu menelik secara serius narasi yang di keluarkan perludem berkaitan dengan 69 anggota dewan terapiliasi dengan politik dinasti.

Jika di benturkan pada realitas politiknya mereka terpilih melalui demokrasi yang berjalan artinya masyarakat kita masih belum melihat pemilu sebagai hal yang krusial membawa visi dan misi selain dari pada itu kita perlu juga merenungkan bahwa kecenderungan politik uang pada pemilu selalu meningkat pada realitanya sempat di singgung pada AFU bahwa politik uang meningkat sekita 60 persen angka yang gila.

Kita perlu melihat pada posisi politisi muda yang ingin berkari dengan kekuatan cuma modal dengkul apa kah akan memungkinakn untuk terpilih dengan partisipasi politik uang yang selalu meningkat, walapun secara sekema proposonal tertutup atau terbuka pasti akan bicara prihal tiket yang akan di perjual belikan oleh partai karena berbicara pada ruas kampanye tentang bantuan kapital.

Mari kita bergerak bersama bahwa ekosistem politik ini perlu berbenah garis besarnya adalah reformasi partai politik dengan kaderisasi yang jelas. Selain dari pada itu pendidikan politik yang perlu menjalar di sendi-sendi masyarakat hari agar pemilih tidak hanya di lihat sekedar pemilihan yang 5 tahunan saja tapi di nilai berdampak pada lingkunga.


Lebih baru Lebih lama