Salah satu kisah yang menggambarkan situasi tersebut dialami oleh Panda Nababan, seorang jurnalis dari harian Sinar Harapan. Pada suatu waktu ia diajak oleh Jusuf Hasyim untuk datang ke Losarang, sebuah wilayah di Indramayu, Jawa Barat, yang dikenal sebagai basis Nahdlatul Ulama.
Saat mereka tiba di sana, kondisi kampung sudah porak-poranda akibat operasi aparat. Banyak rumah diacak-acak dan sebagian masyarakat terpaksa melarikan diri dari kampung mereka. Hanya sedikit warga yang memilih bertahan.
Melihat kondisi tersebut, Jusuf Hasyim menantang Panda Nababan dengan mengatakan, “Berani tidak kamu meliput kejadian ini?” Panda menjawab bahwa ia berani, tetapi ia membutuhkan waktu lebih lama untuk berada di lokasi agar dapat mewawancarai warga yang masih bertahan sebagai bukti dan sumber informasi.
Namun setelah mereka berkeliling dan mulai menyusun laporan, keduanya justru ditangkap oleh aparat Kodim untuk diinterogasi. Kebetulan pada saat yang sama ada seorang jurnalis asal Jepang yang juga ditangkap dan digiring oleh aparat. Banyak aparat saat itu tidak mampu berbahasa Inggris, sehingga Panda Nababan dan Jusuf Hasyim diminta menjadi penerjemah bagi wartawan Jepang tersebut.
Situasi itu kemudian dimanfaatkan oleh mereka untuk mencari celah keluar dari penahanan, karena jika sampai terjadi kekerasan atau penangkapan terhadap wartawan asing, hal itu berpotensi menjadi sorotan internasional. Pada akhirnya mereka dilepaskan dan kembali ke Jakarta.
Sepulang dari peristiwa itu, Panda Nababan menulis sebuah laporan berjudul “Lima Jam Bersama Orang Kuat NU.” Yang dimaksud dengan “orang kuat NU” dalam tulisan tersebut adalah Jusuf Hasyim. Namun laporan itu hanya sempat terbit satu hari. Pada siang harinya Panda ditangkap oleh intelijen Pertahanan dan Keamanan.
Ia kemudian ditahan dan “diinapkan” untuk diminta tidak lagi menerbitkan berita terkait peristiwa di Indramayu. Permintaan itu disampaikan dengan cara yang intimidatif: Panda diajak berbincang dengan sebuah pistol yang diletakkan di atas meja. Intelijen saat itu meminta agar ia tidak bersikeras mempertahankan laporannya dan mencabut berita tersebut.