• Dasarnya:
1. Etos: Mempunyai kemampuan dan kredibilitas yang cukup untuk mempengaruhi audiens.
2. Phatos: Menganalisis dan mencampur-adukan antara emosi dengan kalimat Retorikanya.
3. Logos: Mempunyai alasan/sumber yang rasional dan logis ketika menyampaikan kalimat Retorikanya.
• Selain itu, ada yang namanya putaran baris:
1. Term: Dapat meningkatkan Pengetahuan/informasi lama suatu individu yang di jadikannya referensi argumentasi, untuk tidak hanya terpaut dalam satu hal saja.
2. Propos: Memahami konteks atau hubungan dari suatu kata/informasi.
3. Konklusi: Kesimpulan atau solusi dari argumentasi yang telah di utarakan.
• Aturan berpikirnya:
1. Cari banyak referensi: Dapat dari baca baca isu isu terkini, jurnal/berita, baca buku (fisik/non-fiksi) dll
2. Hindari instanisasi: Kenapa kita ga coba berusaha untuk tidak menyerahkan otak kita ke A.I dan short video? Karena yang kami lihat dan rasakan sekarang, banyak anak muda yang apa-apa ke A.I, apa-apa ke TikTok. padahal hal-hal yang cepat dan menghiraukan ke ikut sertanya otak dalam menyelesaikan suatu permasalahan dapat bermasalah jika berkepanjangan, juga akan menyebabkan daya pikir seseorang nge-stuck dan bahkan tumpul dalam probleme solving-nya.
3. Perbanyak jam terbang: Selain latihan menghadap kaca, kalian bisa juga memperbanyak pengalaman retorika hanya dengan lewat mengobrol dengan teman atau bahkan sampai berdebat, karena hal tersebut bagus untuk mempertajam ilmu retoroka kita.
• Kerangkanya:
1. Ontologis: Selalu pertanyakanlah pertanyaan "apa?" dan "kenapa".
2. Episiologis: Jika Ontologis sudah di dapat, maka lanjutkanlah pertanyaannya dengan mempertanyakan pertanyaan "Bagaimana?"
3. Aksiologis: Setelah mendapatkan jawaban dari pertanyaan Ontologis dan Episiologis, lanjutkanlah dengan mempertanyakan nilai atau kegunaanya.
* Sedikit tambahan:
Dalam berpikir untuk beretorika, pastinya ESQ (Emosional Spiritual Quotient) berperan besar dalam hal mengolah suatu informasi dengan cepat dan tepat.
Namun ada sedikit kekhawatiran jika anak muda sekarang tidak mempunyai ESQ yang memadai.
Maka dari itu, dengan meningkatkan ESQ kita, kita dapat meng-upgrade kapasitas otak kita menjadi lebih baik lagi, dengan cara? Berpikir melingkar.
Selain ESQ, kita juga mempunyai kekhawatiran yang sama kepada believe (kepercayaan) yang kaum muda zaman sekarang punyai.
Karena serasional rasionalnya kita sebagai manusia, masihlah penting suatu kepercayaan untuk kita pegang sebagai asuransi ataupun tameng bagi kehidupan.
•Jadi intinyamah kita tuh harus mempunyai kapasitas pikiran yang cukup logis dan rasional, juga mempunyai banyak wawasan literasi, terus mempertanyakan hal hal rendom (mengasah), cari banyak referensi, hindari instanisasi, perbanyak jam terbang, dan tingkatkan ESQ kalian dan tetap ingat kepada tuhan! (believe)